KABARRAFFLEASIA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menerbitkan dokumen daftar calon kepala daerah (cakada) terlibat kasus korupsi. Hal ini disampaikan Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah.

Dia menyampaikan dokumen PDF berisikan 18 nama cakada yang disebut terlibat korupsi bukan diterbitkan oleh KPK. Karena itu, ia minta publik berhati-hati atas informasi yang beredar.

“Dokumen PDF dan isinya tersebut tidak benar. Hati-hati dengan informasi palsu yang disebar,” kata Febri.

Menurutnya, jika ada calon kepala daerah telah masuk proses penyidikan KPK dan ada tersangka, maka hal tersebut akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers, bukan dengan dokumen PDF. “Seperti itu yang pasti tidak benar,” imbuhnya.

Febri menambahkan, KPK sebelumnya telah memproses lebih dari 100 kasus kepala daerah. Tak dipungkiri, ada sebagian yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah kembali.

“Namun hal tersebut , seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya, dilakukan hanya dalam koridor hukum,” tegas Febri.

Sebelumnya, beredar melalui media sosial Whatsapp dokumen dalam format file PDF. Dokumen itu terdiri dari dua halaman yang mencantumkan 18 nama calon kepala daerah Pilkada Serentak 2018. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here