KABARRAFFLESIA.com – Koordinator Tim Hukum Helmi-Dedy, Agustam Rachman mengatakan hari ini pemungutan & penghitungan suara di TPS pada pilkada Kota Bengkulu 2018 sudah dilaksanakan. Ia menilai secara umum tahapan pilkada berjalan baik dan lancar.

Pernyataan ini, kata dia, tidak bermaksud mendahului dan mengambil alih kewenangan KPU dalam tahapan Pilkada. Akan tetapi jika merujuk pada data quick count dan real count banyak lembaga survey yg terpercaya dan hasil real count tim Helmi-Dedy tentang hasil Pilkada Kota Bengkulu 2018, sementara menempatkan Helmi-Dedy unggul jauh dibandingkan pasangan calon lain.

“Namun perlu kami tegaskan bahwa keputusan tentang hasil final pilkada Kota Bengkulu tetap menunggu hasil Rekapitulasi dari KPU kota Bengkulu,” kata Agustam, Rabu (27/6/2018).

Ia pun meminta masyarakat dapat mengawal tahapan selanjutnya sampai ditetapkannya peraih suara terbanyak. Sebab kemenangan Helmi-Dedy adalah kemenangan seluruh masyarakat Kota Bengkulu.

“Tidak ada yang kalah, kita semualah pemenang karena hingga saat ini kita berhasil melaksanakan pesta demokrasi ini dengan aman & tertib,” ungkapnya.

Dia juga berharap semua pihak terkhusus masing-masing pasangan calon dapat menerima hasil pilkada Kota Bengkulu, tanpa harus berlanjut dengan sengketa. Sehingga pembangunan Kota Bengkulu segera dapat dilanjutkan.

“Jika memperhatikan pasal 158 ayat (2) UU no 10 th 2016 juncto Peraturan MK no 5 tahun 2017 mensyaratkan pasangan calon yang akan mengajukan keberatan ke MK terkait hasil pilkada untuk kota yang berpenduduk 250.000 s.d 500.000 selisih perolehan suara pasangan calon paling tinggi 1,5 persen. Jumlah penduduk kota Bengkulu saat ini 364.604 jiwa sebagaimana data dari Kemendagri,” paparnya.

Sementara saat ini, sambungnya, selisih perolehan suara Helmi-Dedy diatas 1,5 persen. Dengan demikian, maka sudah barang tentu pasangan calon no urut 1,2,4 tidak memiliki legal standing untuk mengajukan keberatan ke MK.

“Jika tetap dilakukan maka hampir bisa dipastikan akan ditolak oleh MK, bercermin dari putusan MK yg menyidangkan sengketa pilkada serentak 2015 dan 2017,” tukasnya.

(cho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here