MUKOMUKO KR – RSUD Mukomuko (MM) masih kekurangan tenaga dokter spesialis. Untuk itu, RSUD menjajaki kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Padang, guna memenuhi kebutuhan tersebut. RSUD Mukomuko masih kekurangan dokter spesialis salah satunya yakni dokter spesialis mata, THT, paru-paru dan syaraf, kita sudah lakukan penjajakan dengan Unand terkait kerjasama dokter ini alhamdulilah responnya sangat bagus, kita inginkan nantinya dokter yang ada itu dokter tetap ataupun continue, ” ungkap Dirut RSUD MM, Tugur Anjastiko, melalui Kabid Pelayanan Medis, Harnovi.

Ia mengatakan kerjasama yang akan dilakukan nanti bukan antara RSUD dengan perguruan tinggi negeri di Sumbar itu, namun mengatasnamakan Pemkab MM.  Masalah MoU atau kerjasama ini rektor Unand meminta agar MoU dilakukan dengan Pemkab Mukomuko. MoU ini nantinya sangat menguntungkan bagi kita karena selain adanya kerjasama terkait dokter spesialis ini pihak kita bisa melakukan pendidikan ataupun penilaian dan  bagian-bagian  lainnya di FK Unand tersebut, jadi tidak hanya kerjasama dokter spesialis saja,” terangnya.

Menindaklanjuti penjajakan tersebut, RSUD Mukomuko segera menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk kerjasama tersebut. “Senin (hari ini, red) kita siapkan berkas-berkas untuk MoU dan kita akan langsung menemui Wakil Bupati, karena bupati saat ini masih menunaikan ibadah haji karena kalau menunggu beliau kan lama sedangkan pihak Unand meminta segera bisa dilaksanakan MoU antara Pemkab Mukomuko dan Unand, makin cepat itu akan lebih baik, kita harapkan bulan depan MoU sudah dilakukan,” harap dia.

Harnovi menambahkan bahwa saat ini RSUD Mukomuko menuju Type B, oleh sebab itu kebutuhan tenaga dokter spesialis juga meningkat. “Sekarang RSUD kita masih type C dan akan segera menuju type B, semakin naik tipe kita membutuhkan dokter spesialis lebih banyak. Misalnya sekarang Type C idealnya dokter spesialis itu 22 dokter dan Type B itu sekitar 35 dokter,” tutup Harnovi.

Saat dihubungi melalui telepon selular, Wakil Bupati Mukomuko Haidir sangat merespon baik kerjasama ini.Terkait MoU dengan pihak Unand, kalau ini demi kepentingan masyarakat banyak kami dari Pemkab Mukomuko  selalu mendukung, saat ini pihak RSUD belum menghubungi saya, saya juga baru pulang acara di pemerintah pusat, paling senin ini (hari ini, red) mereka ( pihak RSUD, red) menghubungi saya, kendati demikian saya sudah mendapat informasi terkait masalah ini,” kata Haidir.

Lanjutnya, informasi yang ia terima, kerjasama bukan hanya memenuhi tenaga dokter soesialis saja, namun juga terkait pendidikan disana. “Itu sangat bagus selain kerjasama dokter spesialis, orang-orang kita juga bisa melakukan pendidikan dan penelitian disana, ini sangat positif mengingat kita juga belum bisa mendirikan universitas kedokteran,” demikan Haidir.

Salah seorang masyarakat Danau Nibung, Siti berharap MoU antara Pemda Mukomuko dan Unand segera dilakukan agar dokter yang dibutuhkan segera didatangkan. “Sudah dari tahun lalu dokter mata tidak ada di RSUD Mukomuko jadi kalau kita mau berobat harus ke Bengkulu atau Padang, kan jauh jadi kita harapkan MoU segera d laksanakan dan dokter yang kita butuhkan segera ada jadi berobat sudah tidak jauh-jauh lagi,” pinta Siti. (Nr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here