BUTUH waktu panjang sebelum akhirnya sebuah negara bisa membuat mobil yang bakal bersaing dengan merek-merek top dunia. Setidaknya itu yang dialami Malaysia saat membuat mobil nasional pertamanya Proton.

Digagas oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad, saat lahir Proton menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Malaysia.

Proton membutuhkan proses panjang sebelum akhirnya bisa lahir. Butuh 30 tahun untuk mengembangkan Proton hingga akhirnya tak hanya jagoan kandang bahkan bisa menembus pasar internasional.

Mahathir yang juga mendapat julukan ‘Bapak Proton’ itu pun bangga saat mobil nasional pertama Malaysia hadir.

Ia tidak mengatakan tidak ada negara berkembang yang memiliki mobil nasionalnya sendiri yang bisa berkembang dengan waktu hanya 30 tahun. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain butuh 50 bahkan 100 tahun untuk bisa membuat mobil nasionalnya tetap hidup.

Mahathir juga patut berbangga hati karena untuk di kawasan ASEAN, baru Malaysia yang menciptakan mobil nasional dan dijual di beberapa negara termasuk Indonesia.

Proton memang tidak dibangun dari nol dan sepenuhnya menggunakan komponen buatan Malaysia. Sebagai awalan Proton menggunakan platform Mitsubishi dalam memproduksi mobil pertamanya tahun 1983.

Namun sayangnya, mobnas Proton tak bisa bertahan lama. Mahathir mengutarakan merek Proton bukan lagi menjadi mobil nasional Malaysia. Itu disampaikan Mahathir sejak Proton dibeli oleh perusahaan China Geely.

Seperti diketahui 49,9 persen saham Proton pada Juni 2017 telah dibeli oleh Geely. Tapi hal itu tak membuat gentar pemerintah negeri jiran. Malaysia dikabarkan bakal menghidupkan lagi mobil nasionalnya yang sepenuhnya dibuat dalam negeri.

Sumber: detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here