KABARRAFFLESIA.com – Jeruk Gerga miliki prospek menjanjikan. Kandungan air yang tinggi, warnanya kuning menggoda dengan rasa yang manis segar, menjadikan Jeruk Gerga makin diminati konsumen.

Bagaimana tidak, Jeruk Gerga tak hanya di pasar tradisional. Kini jeruk berkulit tebal ini telah merambah outlet buah dan juga pasar modern.

“Ini cerita petaninya, satu pohon mampu menghasilkan buah pilihan 50 hingga 100 kilo. Buah kualitas unggul, harga pada tingkat petani mencapai 15 ribu. Artinya ini cukup menjanjikan untuk petani kita,” kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat panen Jeruk Gerga di Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (30/3/2019).

Rohidin menyampaikan pemeliharaan tanaman Jeruk Gerga membutuhkan pupuk. Karena itu, ia minta dinas terkait untuk memastikan ketersediaan stok dan menghitung kebutuhan untuk petani jeruk gerga yang area tanamnya telah ratusan hektar.

“Petani kita sudah punya semangat, jadi kendala seperti pupuk jangan sampai terjadi. Monitor betul stock dan kebutuhan petani, kemudian diatribusinya. Kita juga secara bertahap, siapkan badan jalan pada sentra produksi seperti kawasan ini,” ujar Rohidin.

Buah yang dihasilkan pada setiap pohon, lanjut gubernur, juga tidak mungkin seragam. Untuk itu, dirinya menginginkan Pemkab bisa melakukan pendampingan kepada petani, agar bisa menciptakan produk turunan dari buah yang tak mungkin dijual sebagai buah segar.

Untuk peningkatan produksi agar siap ekspor, menurut Rohidin, saat ini masih memerlukan perluasan lahan. Pasalnya, untuk pasar skala ekspor,  kuantitasnya belum bisa terpenuhi.

“Ya kita siapkan untuk ekspor, karena prospeknya ada. Peluasan lahan, kemudian infrastruktur pendukung juga harus kita siapkan. Jeruk Gerga ini prospek menjadi komoditas unggulan, yang juga menyejahterakan petani,” tandasnya dengan menerangkan bahwa populasi tanaman Jeruk Gerga di Bengkulu, tersebar di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan Kepahiang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here