KABARRAFFLESIA.com – Rapat Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) pada 24 Maret 2019 berlangsung sukses, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa menangani permasalahan rakyat miskin di DKI Jakarta solusinya tidak mungkin seragam karena di tiap-tiap tempat tersebut punya masalahnya sendiri-sendiri, maka solusinya berbeda-beda tapi prinsipnya sama yakni keadilan dan kesetaraan harus ada di ibukota ini.

Selain Gubernur Anis Baswedan dan Ketua Umum SRMI Wahida Baharuddin Upa, di panggung hadir pula Sekretaris Kota Jakarta Barat, Camat Kembangan, serta Lurah Kembangan.

Rapat umum malam itu diikuti tiga ribuan massa SRMI dari seluruh penjuru DKI Jakarta.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Aris Clowor. Aris menyampaikan rincian jumlah mobilisasi massa dari titik-titik keberangkantan. Selanjutnya dihadapan Gubernur dan jajaran instansi diputar film testimoni warga miskin terkait permasalahan tanah-rumah dan air.

Ketua Umum SRMI Wahida Baharuddin Upa menegaskan, bahwa tanah bukan hanya milik para pemodal, bukan hanya milik para pengembang, tanah juga milik rakyat miskin, dan tiap-tiap warga negara baik itu laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama.

“Bagi bapak-bapak yang tinggal di bantaran kali, bagi ibu-ibu yang tingga di sepanjang rel kereta, yang menempati fasilitas umum dan fasilitas sosial, republik ini adalah republik kita dan bangsa ini bisa besar karena juga jasa rakyat miskin, “orasinya.

Wahida berkata bahwa wajah Jakarta harus lebih baik dibawah kepemimpinan Anis Bawesdan. Pemimpin yang akan datang (Presiden terpilih) juga harus bisa memberikan kebijakan yang benar karena SRMI 6 tahun lamanya menunggu gubernur yang berpihak kepada rakyat miskin.

Selanjutnya Gubernur Anis Baswedan dalam sambutannya sangat mengapresiasi acara rapat umum malam itu. Beliau berkata bahwa lebih baik mendadak datang daripada mendadak batal.

“Saya senang sekali bisa bersilaturahmi secara langsung dengan warga miskin. Film yang barusan diputar bukanlah cerita-cerita yang menyenangkan. Apa yang terjadi disini mirip yang terjadi di banyak tempat di Jakarta, “ungkapnya.

Gubernur Anis menceritakan bahwa sebelum bertugas di kementerian, sebelum bertugas di Jakarta Beliau mengorganisir sebuah kegiatan yang bernama “Indonesia Mengajar”, disana merekrut mahasiswa dan sarjana-sarjana terbaik yang akan dikirimkan ke tempat-tempat paling jauh, di kampung-kampung pelosok tanah air.

Lewat program tadi Gubernur Anis merasa bersyukur karena berkesempatan menyaksikan banyak tempat di wilayah Indonesia tetapi sekaligus juga Beliau banyak menyaksikan kemiskinan.

Gubernur Anis mengaku bahwa tiga tahun lalu tidak pernah terbayang sama sekali akan menjadi gubernur, setelah menjabat Beliau keliling ke seluruh kampung di Jakarta dan menemukan kemiskinan yang ekstrim adanya; miskin udara bersih (polusi yang tinggi), miskin lahan luas, miskin dengan sanak saudara (berjauhan karena merantau), miskin karena ketidakpastian pekerjaan.

“Untuk itu saya sampaikan kepada teman-teman semua bila kita ditakdirkan untuk mengurusi Jakarta Insya Allah kita akan tunaikan tugas itu untuk masyarakat yang hari ini masih mskin dan tersisih.”

“Dan bila kita tidak ditakdirkan untuk mengurusi Jakarta maka kita akan tetap mengurusi program-program rakyat miskin di Jakarta, karena saya pribadi melihat bagaimana mungkin kita mengurusi yang jauh-jauh tapi justru yang dekat malah terlewat, “ujar gubernur yang berencana membangun pipa air bersih untuk masyarakat miskin Jakarta.

Gubernur Anis juga menginginkan agar Ibukota menjadi rumah bagi semua. Di awal bertugas menyampaikan bahwa jangan sampai ibukota ini justru hanya milik sebagian orang, dan sebagian yang lain seakan-akan hanya menumpang. Semua harus merasakan perasaan yang sama.

“Saya ingatkan kepada semua bahwa Jakarta milik semua baik yang masih di bawah maupun yang sudah sampai keatas, kita ingin semuanya naik keatas-naik kelas, “ujar Gubernur yang membuka akses jalan Sudirman-Thamrin bagi kendaraan roda dua agar perekonomian yang paling kuat di jalan Sudirman-Thamrin tersebut tersambungkan dengan rumah tangga-rumah tangga di kampung-kampung yang industrinya kecil.

Terkait proses, langkah-langkah, dan konsepnya Gubernur Anis menyampaikan akan mengundang SRMI untuk duduk bersama membicarakan lebih jauh – lebih detil pekerjaan-pekerjaan rumah membereskan urusan-urusan rakyat miskin di Jakarta, dan dalam menunaikan apa yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Terakhir Gubernur Anis berpesan agar kita semua menjaga semangat dan stamina hingga perjuangan tersebut akan menemukan jalannya dan mendapatkan apa yang dicita-citakan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here