KABARRAFFLESIA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir angkatan kerja Provinsi Bengkulu pada Februari 2019 sebanyak 1.039.259 orang. Jumlah ini bertambah sebanyak 5.858 orang atau naik sebesar 0,57 persen dibandingkan Februari 2018.

Sementara itu, penduduk bekerja di Provinsi Bengkulu pada Februari 2019 mencapai 1.013.245 orang bertambah sebanyak 7.788 orang atau naik sebesar 0,77persen dibandingkan keadaan Februari 2018.

Di sisi lain, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu pada Februari 2019 mencapai 2,50 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan TPT Februari 2018 sebesar 0,2 persen poin.

Pada Februari 2019, BPS juga mencatat sebesar 67,90 persen penduduk bekerja pada sektor informal, dan persentase pekerja informal turun 4,47 persen poin dibanding Februari 2018.

Selama periode Februari 2018-Februari 2019, penurunan penduduk bekerja tertinggi terdapat di sektor Pertambangan dan Penggalian, turun sebesar 30,69 persen atau berkurang sebanyak 7.941 orang.

Pada Februari 2019 penduduk bekerja yang berpendidikan tamat SD ke bawah masih mendominasi penyerapan lapangan kerja sebanyak 391.262 orang atau sebesar 38,61 persen.

Pengangguran di Indonesia Berkurang 50 Ribu

Secara nasional, BPS melansir aangkatan kerja sebanyak 136,18 juta orang. Sebanyak 129,36 juta orang adalah penduduk bekerja dan sebanyak 6,82 juta orang menganggur.

“Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 2,29 juta orang, sedangkan pengangguran berkurang 50 ribu orang,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, menurut Suhariyanto, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat. TPAK pada Februari 2019 tercatat sebesar 69,32 persen, meningkat 0,12 persen dibandingkan Februari 2018.

“Peningkatan TPAK memberikan indikasi adanya potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja yang juga meningkat,” jelas Suhariyanto.

Berdasarkan jenis kelamin, menurut Kepala BPS itu, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Februari 2019, TPAK laki-laki sebesar 83,18 persen dan TPAK perempuan hanya sebesar 55,50 persen.

“Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki dan perempuan masing-masing meningkat sebesar 0,17 persen poin dan 0,06 persen poin,” ujar Kepala BPS.

Mengenai pengangguran, Kepala BPS Suhariyato mengemukakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

Ia menyebutkan, TPT pada Februari 2018 sebesar 5,13 persen turun menjadi 5,01 persen pada Februari 2019. Sementara dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding wilayah perdesaan.

“Pada Februari 2019, TPT di wilayah perkotaan sebesar 6,30 persen, sedangkan TPT di wilayah perdesaan hanya sebesar 3,45 persen,” jelas Suhariyanto seraya menambahkan, dibandingkan setahun yang lalu, baik di perkotaan maupun di perdesaan TPT mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,04 persen poin dan 0,27 persen poin.

Sementara dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2019, menurut Kepala BPS, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih tertinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,63 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat Diploma I/II/III (6,89 persen).

Dengan kata lain, lanjut Kepala BPS itu, ada penawaran tenaga kerja tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma I/II/III. “Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,65 persen,” jelas Kepala BPS.

Pertanian

Jumlah penduduk yang bekerja pada setiap kategori lapangan pekerjaan menunjukkan kemampuan dalam penyerapan tenaga kerja. Kepala BPS Suhariyatno menyampaikan, bahwa struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Februari 2019 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 29,46 persen; Perdagangan 18,92 persen; dan Industri Pengolahan 14,09 persen.

Dilihat berdasarkan tren lapangan pekerjaan selama Februari 2018–Februari 2019, menurut Kepala BPS, lapangan usaha yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,43 persen poin), Perdagangan (0,39 persen poin), dan Konstruksi (0,34 persen poin).

Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada Pertanian (1,00 persen poin); Administrasi Pemerintahan (0,23 persen poin); serta Informasi dan Komunikasi (0,06 persen poin). (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here