KABARRAFFLESIA.com – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta para wajib pajak dari sektor perhotelan dan restoran tak lepas tapping box. Hal ini disampaikannya saat membuka sosialisasi pemasangan dan implementasi alat pemantau transaksi usaha pada wajib pajak daerah Kota Bengkulu Kamis (02/04/2019).

“Jika ada pihak hotel atau restoran sengaja mencabut alat yang sudah terpasang akan langsung diketahui oleh Bapenda karena kecanggihannya sudah akurat dan real time,” ungkapnya.

Menurutnya, alat pemantau atau tapping box itu sudah sangat transparan dalam mengukur nominal pajak. Bahkan, ia persilahkan para wajib pajak untuk mengecek secara langsung ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Transparansi dapat dicek langsung oleh wajib pajak ataupun wajib pungut di Bapenda ini dilakukan karena pemerintah juga diawasi oleh kejaksaan, polres, serta KPK,” kata Dedy.

Karena itu, ia minta seluruh wajib pajak untuk terus taat pajak. Sebab dari pajaklah pembangunan bisa dilaksanakan.

“Program 1000 jalan mulus, enerangan kota, Rumah Sakit Harapan dan Do’a adalah wujud dari pajak yang terealisasikan oleh kita semua, maka dari itu kita mohon kerjasama untuk kesediaannya membantu dengan pajak ini,” ucap Dedy.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bengkulu Hadianto mengucapkan rasa terimakasihnya kepada peserta wajib pajak yang mengikuti acara sosialisasi. Dia berharap sosialisasi dapat menjadikan mereka paham akan besarnya kontribusi pajak dan kegunaannya untuk Kota Bengkulu.

Menurutnya, komunikasi harus terus berjalan antara Bapenda dan WP agar mereka dapat mengetahui transparansi pajak yang diberikan.

“Kita dipilih KPK sebagai pilot project yang dapat menjadi contoh buat Kabupaten lain dalam hal perpajakan dan alat pemantau transaksi,” tutupnya.

Senada, Wakil pimpinan Bank Bengkulu Iswahyudi ucapkan terimakasih pada WP yang bekerja sama untuk berkontribusi untuk memajukan Kota Bengkulu. Pihaknya sendiri siap menyediakan alat untuk disewa oleh WP agar perpajakan menjadi transparan dan akuntabel.

“300 alat sudah disiapkan dan sudah disepakati bersama vendor untuk tahun 2019 ini, sebelumnya ada 98 alat yang sudah dipasang. Efeknya pun sudah terasa yakni meningkatnya PAD serta pajak dari hotel, restoran, dan sebagainya dapat dikontrol dapat dengan mudah,” tutupnya.

Berikut 4 jenis pajak daerah yang diprioritaskan dipasang alat monitoring pajak online : pajak hotel sebanyak 75 objek pajak, pajak restoran 336 objek pajak, pajak hiburan 41 objek pajak, dan pajak parkir sebanyak 13 objek pajak. (MC)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here