KABARRAFFLESIA.com – Politisi Golkar Aliysa Fianne Janne Sanger menuding mantan suaminya Okto Brawijaya Tri Sakti telah mengorbankan dirinya dan anak-anak. Bahkan, ia menyampaikan bila Okto sedang ingin menghancurkan hidupnya.

“Tanggal 15 Agustus lalu, Okto mencuri dan juga merampas hak saya. Handphone saya semuanya diambil sama dia,,” kata Alisya, kepada KabarRafflesia.com, Sabtu (24/8).

Ironisnya, Alisya yang sempat maju sebagai Caleg DPR RI itu mengaku, tindakan itu dilakukan Okto saat ia sedang dirawat di Rumah Sakit.

“Okto sedang berupaya mengungkit kasus lama, padahal kasus tersebut sebenarnya adalah kasus yang diciptakannya olehnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alisya menjelaskan kasus yang ia maksud adalah lantaran ia minta cerai. “Urusan sama Bando saya laporin lagi, saya kasih tahu keberadaan dia ke Polda Bengkulu, karena dia melarikan diri dari kasusnya si Bando,” ungkapnya.

Sebenarnya, Alisya mengaku tak ingin buka suara soal kasus-kasus Okto ini. Sebab, bagaimanapun Okto pernah jadi suaminya dan ayah dari anak-anaknya.

Namun, ibu berdarah Manado ini kaget saat mendapatkan berita di salah satu media online yang menyudutkan dirinya. Pasalnya, ia disebut melakukan penipuan berkedok umrah.

“Padahal saya yang mengembalikan uang yang dikerjai sama si Okto itu, saya berharap dia itu cepat ditangkap, biar tidak banyak menipu orang atau mengorbankan orang, anak sendiri saja dia korbankan, saya yang notabene ibu dari anak-anaknya saja dia juga korbankan,” ungkap pengusaha travel ini.

Lebih lanjut, Ketua GMB ini menerangkan, perusahaan yang bermasalah tersebut adalah perusahaan yang diatur oleh Okto untuk kepentingan pencalonannya sebagai calon gubernur waktu itu. Ketika itu, Okto memberikan umrah-umrah gratis.

“Itu sebenarnya adalah kasus lama yang dibangkitkan kembali untuk menghancurkan saya, karena saya membuka semua urusan dia kepada Polda Bengkulu, keberadaan dia di mana, sedangkan dia sudah jadi tersangka dengan urusannya ke Bando,” jelas Alisya.

Terkait hal ini, Alisya menambahkan bila ia sudah menyerahkan kasus ini untuk ditangani oleh lawyernya.

“Kalau kebenaran kita tutupi maka akan banyak orang jahat di luar sana. Orang terdekat saja sanggup melakukan apapun. Untung Allah masih sayang sama saya sehingga kuat dan terhindar dari kematian,” kata Alisya. (cho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here