KABARRAFFLESIA.com – Ketua Sementara DPRD Kota Bengkulu Suprianto membantah isu yang beredar terkait pelarangan wartawan dan masyarakat masuk ke ruang Komisi. Bahkan, ia mengaku belum ada pembahasan secara resmi terkait aturan tersebut.

“Isu tersebut tidak benar. Saya juga tidak pernah melakukan pembahasan terkait aturan tersebut,” jelasnya, Rabu (4/9).

Menurutnya, Kantor DPRD Kota Bengkulu adalah rumah rakyat. Karena pada dasarnya para legislator adalah wakil rakyat.

Karena itu, politisi PAN ini telah menginstruksikan kepada para ASN dan staff yang ada di DPRD agar tidak membeda-bedakan siapa saja yang datang ke Kantor DPRD Kota Bengkulu.

“Karena ini rumah rakyat, sekali pun yang datang tidak menggunakan sandal, karena ketidakmampuan, harus tetap dilayani dengan baik,” kata Suprianto.

Senada, Anggota DPRD Kota Bengkulu Dediyanto menyampaikan bila aturan tersebut sebenarnya belum ada. Malah ia mengaku sudah beberapa kali menerima tamu baik dari masyarakat dan wartawan secara langsung di ruang komisi.

“Setau saya dari sekretariat belum ada aturan itu,” tegasnya.

Bahkan, ia malah mengusulkan agar dibangun media center atau press room di Kantor DPRD Kota Bengkulu. Di sini nantinya disediakan free coffee, free wifi, dan bisa jadi tempang kongkow wartawan dan anggota DPRD.

“Kita membutuhkan suasana yang cair, sehingga kami bisa mendapatkan masukan dari wartawan dan wartawan juga bisa mendapatkan feedback dari kami,” demikian Dedi. (cho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here