KABARRAFFLESIA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu setujui rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan pinjaman ke Bank Jawa Barat (BJB). Pengambilan keputusan dilaksanakan dalam Sidang Paripurna internal, Selasa (29/10) sore.

Dari paripurna ini diketahui, 8 fraksi yang ada di DPRD Kota menyatakan setuju. Hanya fraksi PKS yang menyatakan abstain dan Anggota DPRD Ariyono Gumay yang menolak.

Waka II DPRD Kota Bengkulu Alamsyah menyampaikan, fraksi PKS pada prinsipnya ingin menyesuaikan rencana peminjaman ini dengan visi misi Pemkot Bengkulu yakni bahagia dan relijius.

“Karena itu, kita sempat usulkan agar peminjaman diajukan ke bank syariah. Tapi BJB sendiri tidak memiliki mekanisme syariah,” ungkapnya.

Sementara Ariyono Gumay memilih walk out. Menurutnya, ia menolak lantaran menganggap pinjaman ini belum urgen. Ia pun menyarankan agar pemkot memaksimalkan PAD dan rasionalisasi anggaran.

“Dan tak usah pula menakar sikap politik teman-teman DPR lain, ini hanya cara saya berjuang untuk masyarakat yang saya wakili,” kata dia.

Sebelumnya, Walikota Helmi Hasan memang yakin bila rencana ini akan disetujui oleh dewan. Pasalnya, rencana pinjaman ke PT SMI dahulu juga disetujui.

“Tapi SMI kita lihat terlalu tinggi (bunganya) dan BJB lebih rendah. Tidak ada persoalan,” kata Helmi.

Untuk diketahui, uang pinjaman senilai Rp300 miliar ini rencananya akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur di Kota Bengkulu. Beberapa program yang akan dilaksanakan misalnya pembangunan jalan, drainase, taman kota, LPJU, dan lainnya.

Pinjaman ke BJB Demi Infrastruktur Kota

Pihak eksekutif dan legislatif sendiri sudah melakukan kunjungan ke BJB terkait rencana pinjaman ini. Tak hanya itu, beberapa daerah yang melakukan pinjaman ke BJB juga sempat dikunjungi. (cho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here