Kabarrafflesia.com – Keputusan Pemerintah RI melalui Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo memperpanjang darurat Virus Corona hingga 91 hari terhitung sejak 29 Februari hingga 29 Mei 2020 membawa konsekwensi yang sangat mendasar. Khususnya terkait dengan roda ekonomi rakyat dan bangsa kita selama 3 bukan ke depan. Tanpa adanya insentif pemerintah, ekonomi rakyat bisa ambruk bahkan. Juga resiko besar terjadi krisis ekonomi dan moneter yang lebih berat dibanding tahun 1997/1998. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat dan rendah hati kami mengharap kepada Presiden RI Joko Widodo segera memberikan insentif ekonomi untuk mencegah hal sangat buruk yang tidak kita harapkan bersama. Minimal segala bentuk pajak dan bunga kredit, baik bunga kredit komersial, KUR, UMI maupun bunga kredit leasing kendaraan bermotor dihapuskan mulai saat ini hingga 29 Mei 2020. Ini sangat mendasar. Sesuai Pembukaan UUD 1945, Negara RI harus hadir selamatkan ekonomi rakyat, bangsa, dan negara Republik Indonesia, tegas Presiden GUMREGAH NUSANTARA dr. Ali Mahsun Atmo M Biomed yang juga Ketua Umum DPP APKLI di Jakarta Selasa 17 Maret 2020.

Tanpa adanya pandemi Virus Corona saja ekonomi rakyat anjlok omsetnya, demikian pula sudah terjadi kelambanan ekonomi nasional. Pandemi Virus Corona akibatkan pertumbuhan ekonomi global bisa tinggal 1,5%. Bahkan bisa akibatkan resesi ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi RI pun bisa terjun bebas dibawah 4%. Oleh karena itu, pemerintah RI harus cepat tanggap dan tepat sasaran berikan insentif ekonomi secepat-cepatnya. Jika tidak maka resiko ambruknya ekonomi rakyat dan terjadinya krisis lebih berat dibanding tahun 1997/1998 tinggal menunggu waktu saja, pungkas Ali Mahsun Atmo yang tinggalkan profesi dokter dampingi ekonomi rakyat sejak 2011 putra asli Mojokerto Jawa Timur sebelum lakukan pertemuan khusus dengan PT Pegadaian Pusat (Persero).(Ard/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here