Illegal Logging, Polusi dan Wabah Zoonosis?

2125

Oleh: Cindy Valentina Gultom*

Indonesia menurut daftar negara yang memiliki wilayah hutan terluas di dunia, berada di posisi nomor urut 9. Selain itu, Indonesia adalah negara yang juga sangat kaya akan sumber daya alam.

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merilis laporan dalam publikasi Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2015 tentang luas kawasan hutan di Indonesia. Total luas hutan di Indonesia sebanyak 128 juta ha.

Akan tetapi, setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 684.000 ha akibat sering terjadinya praktik Illegal Logging.
Namun masih sering terjadi praktik Illegal Logging di Indonesia. Salah satu kejahatan Illegal Logging baru-baru ini terjadi di kota Bengkulu, masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan praktik Illegal Logging. Faktanya, baru-baru ini,yang masih hangat ditelinga kita mengenai praktik IIlegal Logging yang terjadi di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kota Manna.

Dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, hutan sebagai salah satu sumber kekayaan alam bangsa Indonesia dikuasai oleh negara, namun tetap saja dirusak.

Padahal sebagaimana yang telah diatur Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan perusakan hutan, telah dijelaskan bahwasanya praktik Illegal Logging merupakan suatu tindak pidana denagan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak RP. 5 miliar.

Dengan adanya praktik Illegal Logging maka akan berdampak pada kualitas udara, karena fungsi hutan itu sendiri tidak lain adalah sebagai paru-paru dunia, jika hutan di babat habis otomatis akan mempengaruhi kualitas udara yang ada dan akan terjadi polusi yang berlebihan. Hal ini disebabkan karena hutan tidak mampu lagi menampung karbondioksida (CO2).

Penebangan hutan dalam skala besar bisa menjadi salah satu faktor bertambahnya potensi wabah zoonosis. Bisa dikatakan seperti itu karena apabila hutan terbuka, satwa liar yang tadinya di dalam karena tidak nyaman di hutan, satwa tersebut keluar dari hutan dan membuat aksesnya ke manusia semakin dekat.

Terbukanya hutan juga membuat kawasan permukiman warga semakin dekat. Akibatnya tingkat kemungkinan kontak hewan liar yang memiliki virus dengan manusia dan hewan peternakan atau peliharaan meningkat.

Seperti virus HIV/AIDS, jangan terkejut kalau penyakit ini termasuk ke dalam penyakit Zoonosis. Karena setelah ditelusuri, virus HIV yang menyebabkan AIDS berasal dari Sipanse Afrika Tengah. Sipanse tersebut keluar dari hutan dan diburuh manusia lalu dimakan, ketika pindah ke manusia virus ini bermutasi menjadi HIV.

Dalam hal ini kesadaran kita juga sangat perlu. Kita harus menjaga hutan dengan baik, karena hutan adalah paru-paru dunia, sebab jika hutan semakin menyusut dapat mengakibatkan banyak sekali masalah serta bencana alam yang akan terjadi, sepeti banjir, longsor, dll.

Di samping itu,upaya preventif yang dapat kita lakukan terhadap praktik Illegal Logging kita dapat melakukan reboisasi untuk memulihkan kembali kawasan hutan yang telah gundul, dengan cara menanam kembali pohon-pohon di kawasan hutan itu. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?

Upaya represif juga perlu dilakukan, seharusnya pemerintah harus lebih tegas dalam menangani persoalan yang sangat serius ini demi menjaga kelestarian hutan yang ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Pemerintah harus mengawasi dan menegakkan hukum terhadap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang sering melakukan praktik Illegal Logging. Jika praktik Illegal Logging terus dibiarkan dapat menyebabkan gundulnya hutan, dan dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia, serta flora dan fauna.

Maka, diharapkan setelah ada upaya upaya tersebut kita dapat melestarikan hutan Indonesia. Jaga dan rawatlah tanah air kita ini sebaiknya-baiknya, jangan biarkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab merusak alam Indonesia. Bersatulah untuk menjaga tanah air yang kaya akan sumber daya alam ini.

*Penulis adalah Mahasiswa FH UNIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here