Sekolah Dilarang Pungut Biaya Penerimaan Siswa Baru

3675

KABARRAFFLESIA.com – Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengeluarkan Surat Edaran tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kota Bengkulu. Dimana, sekolah setingkat PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dilarang untuk PSB, sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun.

“SE ini dikeluarkan dalam upaya memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang susah akibat wabah Virus Corona (Covid-19),” demikian disampaikan Helmi Hasan, Jumat (28/5).

Tak hanya itu, Walikota juga meminta agar sekolah tidak membebani siswa dengan ketentuan pakaian seragam. Terkait kebijakan ini, Helmi meminta sekolah memasang spanduk di tempat yang mudah terlihat oleh masyarakat.

“Spanduk ini berisikan informasi tentang tata cara penerimaan siswa baru dan informasi lainnya tentang sekolah,” imbuhnya.

Apabila dalam hal pelaksanaan penerimaan siswa baru, sekolah masih juga melakukan pungutan, Helmi meminta agar masyarakat pro aktif melaporkan langsung kepada Pemkot Bengkulu.

“Apabila sekolah tidak mematuhi,  masyarakat dapat menyampaikan langsung kepada Walikota Bengkulu (0811 737 646), Wakil Walikota Bengkulu (0811 737 766), Kepala Dinas Pendidikan (0812 7158 5995), dan Sekretaris Dinas Pendidikan (0813 7934 2020),” demikian Helmi.

Pemprov Cuma Potong 50%

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menerbitkan surat edaran (SE) tentang keringanan pembayaran iuran komite sekolah untuk para orang tua/wali murid. Berdasarkan SE tersebut, orang tua/wali murid cukup membayar iuran komite sekolah sebesar 50%.

SE Gubernur Bengkulu yang diterbitkan pada 12 Mei 2020 itu bertujuan untuk meringankan iuran komite sekolah lantaran ada pandemi virus Corona (COVID-19).

“Pembayaran iuran komite sekolah diberikan keringanan sebesar 50 persen dari jumlah iuran komite sekolah pada sekolah masing-masing,” demikian disampaikan Rohidin.

Rohidin Mersyah menjelaskan kebijakan keringanan iuran komite sekolah itu berlaku selama 4 bulan. Dia menyebut kebijakan itu ditetapkan karena kegiatan operasional sekolah di tengah pandemi menurun.

“Kebijakan kita mulai bulan April, Mei, Juni, dan Juli. Selama 4 bulan itu bayar 50 persen, karena siswa-siswi kan belajar dari rumah. Jadi, kebutuhan operasional (sekolah) tentu menurun,” kata Rohidin. (adv)

Sekolah Swasta Diminta Ringankan Biaya

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here