KABARRAFFLESIA.com – Jenilia Susanti kebingungan. Bagaimana tidak, ibu 3 anak itu tak punya biaya untuk menyekolahkan putra keduanya, Muhammad Latif Al-Zaki.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang biasa bekerja sebagai guru ngaji ini pun memberanikan diri untuk mengadu ke Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Tak ia sangka, pesan singkat yang ia kirim ditanggapi cepat oleh orang nomor wahid di Kota Bengkulu itu.

Alhamdulillah tadi sudah ditelpon langsung oleh Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Saya tidak menyangka direspon secepat itu,” ucap Lia, kepada KabarRafflesia.com, Kamis (25/6).

Lebih lanjut, warga RT 15 Padang Serai ini bercerita, suaminya Rino hanyalah pedagang es dan minuman dingin di Taman Berkas. Penghasilannya pun pas-pasan buat makan sehari-hari.

Terlebih lagi, lanjut Lia, selama pandemi Covid-19 ini penghasilan suaminya kian merosot. “Jangankan untuk biaya sekolah anak, untuk makan saja susah,” imbuhnya.

Lia yang berasal dari Bengkulu Tengah itu menambahkan, anak sulungnya Tiara saat ini duduk di kelas 4 SDN 37 Kota Bengkulu. Tiara ini memang sempat mendapatkan beasiswa, tapi uang itu sudah habis untuk beli perlengkapan sekolah seperti baju muslim, sepatu, dan lainnya.

Pada tahun ini, anak keduanya Muhammad Latif Al-zaki sudah masuk usia sekolah. Ia pun sempat mau mendaftarkan anaknya ke SDN 37.

“Tapi saya dengar-dengar, biaya pendaftarannya Rp600 ribu. Saya tidak punya uang. Belum lagi untuk beli buku dan baju,” ungkapnya.

Ia pun berkompromi dengan suaminya, apa Zaki tak usah sekolah dulu tahun ini. “Biar fokus sama Tiara saja dulu. Zaki masuk sekolah tahun depan saja,” kata Lia ke suami.

Lalu, ia berpikir mau kirim pesan WA Walikota Bengkulu. Tapi suaminya sempat melarang.

Siapolah kito, kelak idak ditanggapi,” ujar Lia menirukan suaminya.

Lantaran bingung tingkat tinggi, Lia pun akhirnya memberanikan mengirim pesan WA ke Walikota Bengkulu Helmi Hasan. “Saya tidak menyangka ternyata Pak Wali langsung merespon. Rasanya mau menangis saya,” ungkap Lia dengan nada sendu.

Semua Anak di Kota Bengkulu Wajib Sekolah

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Nopri Walihan membenarkan adanya warga yang ‘ngadu‘ ke walikota ini. Pihaknya pun siap untuk membantu warga tersebut.

“Sudah kita tindaklanjuti, dan besok insya Allah yang bersangkutan akan ke kantor. Kita akan fasilitasi,” ungkap Nopri.

Ia mengatakan setiap anak di Kota Bengkulu wajib untuk mendapatkan pendidikan. Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah.

“Anak itu kita pastikan sekolah. Kita akan bantu, kalau tidak bisa pakaian baru, minimal pakaian layak pakai, buku-buku juga,” ungkapnya.

Dalam kondisi pandemi ini, sambungnya, kesulitan ekonomi memang tidak hanya menimpa keluarga mereka. Hampir semuanya terdampak Covid-19.

“Karena itu, saat ini ada kebijakan Walikota Bengkulu agar sekolah tidak memungut biaya apapun dalam penerimaan siswa baru tahun ini,” pungkasnya.

Sekolah Dilarang Pungut Biaya Penerimaan Siswa Baru

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here