Kabarrafflesia.com -Pendiri bangsa dan negeri ini telah merumuskan dengan sempurna di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), bahwa lahirnya bangsa dilandasi cita-cita besar, mulia dan luhur, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Gumregah Bakti Nusantara (GBN) sebagai bagian elemen bangsa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap berpikir optimis menjemput tatanan kehidupan baru.

“Jelas dan tegas ada di pembukaan UUD 45. Hari ini menghadapi semua serba sulit akibat covid 19, bangsa ini tidak boleh ada sedikitpun rasa pesimistis untuk hidup lebih baik lebih sejahtera dan kedepan,” tutur Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN), dr Ali Mahsun Atmo, M.Biomed dalam wawancara di salah satu Media Radio di Bekasi, Selasa, 13 Oktober 2020 kemarin.

Kenapa? Lanjut Ali Mahsun, karena Indonesia kaya kandungan alam semesta dan lautan Nusantara. Ini menjadikan Indonesia salah salu bangsa terkaya di dunia. Semua ini sebagai jaminan kecukupan pangan dan gizi, sehingga generasi penerus bangsa menjadi generasi milenial yang unggul dan tangguh. “Demikian juga memiliki rasa cinta kepada tanah air bangsa dan negaranya sendiri kita bangga kepada produk rakyat bangsa.”

Seluruh komponen bangsa, harus membumikan fondasi dasar Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Semua harus slalu bergandeng tangan saling merangkul membangun kebersamaan dalam harmoni persatuan dan kesatuan bangsa.

“Itu yang pertama, kemudian ekonomi rakyat yang memiliki kekuatan sangat besar harus mampu diagregasikan dengan sumber daya nusantara yang sangat melimpah. Caranya memfokuskan diri pendampingan pelaku ekonomi rakyat (UMKM). Para petani, nelayan, pedagang, sopir, becak dan yang lainnya bisa kita agregasikan,” menurutnya.

Ali Mahsun mengatakan, berbekal kekuatan elemen bangsa, para pengusaha negeri ini dan sumber daya nusantara untuk menggelorakan kembali sebuah kekuatan raksasa ekonomi dunia unggul didalam percaturan global dan mewujudkan tata kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat bangsa dan segenap makhluk yang ada di tanah air ini.

Menyongsong 100 tahun kemerdekaan, menurut Ali Mahsun, antara 1945-2045 Indonesia mesti menjadi pemimpin besar dalam percaturan ekonomi sekaligus memiliki insan rasa cinta kepada tanah air bangsa negara dan rakyatnya sendiri. “Ini sangat penting karena bangsa ini butuh sosok pemimpin sejati dan besar, maka kami bersedih untuk negeri ini tatkala menjadi negeri yang selalu terlemahkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, suatu bangsa tidak akan menjadi besar apabila tidak ada yang menghargai dan menghormati sejarah. Tetapi suatu bangsa bisa menjadi besar dan disegani apabila mampu merawat, melestarikan dan mewujudkan nilai budaya warisan bangsa.

“Karena itu Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagai esensi dasar Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila harus senantiasa dibumikan didalam tata kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.”

Nusantara Tour GBN

Selaku Presiden GBN telah menginisiasi dengan Nusantara Tour untuk melakukan konsolidasi memasifkan Sumber daya Nusantara bagian di dalam negeri maupun luar negeri. GBN akan bangun rekonsiliasi nasional yang kokoh melalui rekonstruksi apa yang telah diamanatkan pada 17 Agustus 1945 dengan mewujudkan adil makmur dan adidaya.

Tentunya ini tidak terlepas dari tata nilai nusantara, sebagai tata kelola melalui keseimbangan keberadaan Tuhan keberadaan bumi alam semesta dan isinya, serta keberadaan tata nilai budaya peradaban bangsa.

Sehingga pada ujung dan akhirnya, rakyat nusa bangsa dan segenap makhluk yang ada di bumi Nusantara, dengan adanya kecukupan sandang, pangan dan papan. Terciptanya sebuah tatanan kehidupan saling merangkul, saling bergandengan, saling menghormati saling menghargai saling mendukung dan mendoakan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut cara terbaik adalah sebesar-besarnya untuk terwujudnya adil makmur dan adil dengan memanfaatkan kekayaan seluruh potensi ekonomi rakyat. Sumber daya alam yang sangat melimpah ini diperuntukkan sebesar-besarnya untuk sandang pangan papan rakyat tercukupi secara adil.”

Kedamaian Pulau Bali

Kedamaian itu tercipta, seperti di Pulau Bali. Sebagai salah satu provinsi yang adem ayem tentrem Kertoraharjo, jarang terjadi konflik antar warga masyarakat. Masyarakat Bali memegang teguh tatanan nilai peradaban budaya. Seperti halnya Jepang, maju pesat dengan saling menghargai Tuhannya.

Oleh karenya, para generasi penerus bangsa untuk mematri dirinya sebagai kader Pemimpin yang memiliki karakter Jatidiri nusantara, yang selalu bersandar pada Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa dengan berpegang pada nilai-nilai dasar dari 5 sila Pancasila.

Bangsa Kita, adalah bangsa yang besar, dan luhur sehingga sebagai triger dan adrenalin modal utama untuk membangun kebersamaan yang kokoh, bersatu, bekerja keras dan cerdas, fokus dan sungguh-sungguh.

“Seiring dengan sumber daya yang melimpah, dengan tata kelola ekonomi yang baik, rakyat secara langsung dapat merasakan atau mendapatkan dividen. Ini seharusnya sebagai jalan untuk kemakmuran yang berkeadilan,” tuturnya.(Rls/Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here