Kabarrafflesia.com – Gumregah Bakti Nusantara (GBN) tidak ikhlas bahwa kebutuhan sandang, pangan dan papan rakyat tidak terpenuhi secara berkeadilan. Setiap bayi lahir di bumi nusantara semestinya bisa punya rumah milik sendiri, bukan sebaliknya. Untuk maksud tersebut, GBN mengajak rakyat diseluruh tanah air untuk bisa punya Rumah Gumregah Lestari milik sendiri kerjasama dengan ASPRUMNAS. Rumah rakyat berbasis fasilitas FLPP ini DP-nya disubsidi oleh GBN dan ASPRUMNAS.

Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden GBN dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed dengan Ketua Umum ASPRUMNAS M Syawali Pratna, SE, MM didampingi Bendahara Umum, Rina dan Wasekjen Ane Ivana di Taraso Jatiwaringin Pondok Gede Kota Bekasi, Kamis Sore, 15 Oktober 2020.

Menurut Ali Mahsun Atmo, hal mendasar dan pokok dalam kehidupan manusia adalah terpenuhinya kebutuhan Sandang, Pangan dan Papan secara layak dan adil. Tatkala hal tersebut bisa direngkuh manusia atau suatu bangsa maka tata kehidupan adem ayem temtrem kertorahardjo (aman damai sentosa) maujud dalam kehidupan.

“InsyaAllah Perumahan Rakyat GUMREGAH segera hadir dan dapat di akses kepemilikannya oleh rakyat diseluruh tanah air. Yaitu Rumah Gumregah Lestari dari, oleh dan untuk rakyat. Bagi rakyat yang terhambat BI Checking bisa dihandel oleh Primnaskop Gumregah Sakti Nusantara (GSN) dengan syarat-syarat tertentu,” ujar Ali Mahsun Atmo.

Ia mengharapkan, kerjasama antara GBN dan ASPRUMNAS InsyaAllah ditanda tangani pada Selasa Legi, 27 Oktober 2020 di Gedung Joeang 45 Menteng Raya Jakarta Pusat bersamaan dengan Pengukuhan Kabinet Trisula PP GBN 2020-2025. Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan 7 Agenda Mercuar GBN Tahap I, yaitu Warung GUMREGAH, MoKo GUMREGAH, Sentra Pelayanan GUMREGAH, Air Sehat GUMREGAH, Perumahan Rakyat GUMREGAH, Pertanian Rakyat GUMREGAH, dan Lembaga Keuangan Rakyat GUMREGAH.

Selain dengan ASPRUMNAS, tambah Ali Mahsun Atmo, GBN juga menandatangani kerjasama dengan Kadin Indonesia, Koperasi Beu Abadi Nusantara (KopBan), Perkumpulan Penyandang Disabikitas Fisik Indonesia (PPDFI), Perempuan Peduli Pembangunan Daerah Indonesia (P3DI), Owellnes, Perkumpulan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti PSMTI), Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), dan lainnya.(Rls/Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here