KABARRAFFLESIA.com – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi melantik 8 pejabat eselon II yang dilantik, Kamis (17/12/2020). Dari kedelapan pejabat itu ada nama Eko Agusrianto dengan jabatan Kadis Kominfo Kota Bengkulu.

Diketahui, Eko Agusrianto ini adalah mantan narapidana kasus penipuan proyek saat menjabat sebagai sekretaris Dispenda Provinsi Bengkulu. Saat itu, Eko menjanjikan proyek kepada seseorang bernama Haryadi namun proyek itu tak kunjung ada hingga Eko dilaporkan ke Polres Bengkulu tahun 2014 lalu. Atas perbuatan itu Eko dikenakan pasal 378 KUHP dan telah menjalani vonis 3,5 bulan penjara.

Tidak hanya itu, mantan Kadis Perhubungan dan Kominfo Provinsi Bengkulu itu sempat ditetapkan tersangka oleh Polres Bengkulu dalam perkara dugaan korupsi dana penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Bengkulu tahun 2014.

Polres Bengkulu menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Provinsi Bengkulu Eko Agusrianto sebagai tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) senilai Rp 4,9 miliar.

Kendati mantan napi, Eko Agusrianto saat diwawancarai usai pelantikan mengaku siap melakukan inovasi.

“Kita sudah ada beberapa inovasi yang kita gulirkan. Tapi tetap akan kita bangun inovasi-inovasi baru yang lain. Kemudian yang ditekankan pula yakni mengenai tugas dan fungsi kita di Dinas Kominfosan dalam penyebarluasan informasi. Karena inilah yang menjadi salah satu tolak ukur suksesnya program pemerintah,” ujar Eko, sebagaimana dikutip dari MC Kota Bengkulu.

Sementara itu, Dedy Wahyudi meminta para pejabat eselon II yang dilantik bisa menunjukkan loyalitasnya.

“Tunjukkan loyalitas kepada pimpinan. Ketika amanat ini diberikan pimpinan maka harus loyal dengan pimpinan. Terakhir, soal integritas yakni kejujuran yang harus dikedepankan. Tolong ini menjadi catatan,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here