Edi Tiger Serap Aspirasi Warga Lebong

508

KABARRAFFLESIA.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, M. Gustiadi, Selasa (11/02/2020), menggelar reses di daerah pemilihannya Kabupaten Lebong. Reses dipusatkan di Desa Pungguk Pedaro, Kecamatan Bingin Kuning.

Pada kesempatan itu Edi Tiger–sapaan M. Gustiadi menerima sejumlah usulan pembangunan agar bisa diakomodir dalam APBD Provinsi Bengkulu. Di antaranya pembangunan ruas jalan dari MAN hingga ke kantor camat; bronjong di Sungai Ketahun; dan beton penghubung Desa talang Kerinci ke posyandu dan puskesmas.

Tak hanya itu, Edi Tiger juga mendengar keluhan masyarakat. Di antaranya terkait dampak banjir dan longsor Sungai Ketahun; dan dampak pasca banjir dan longsor dari wilayah proyek PT PGE Hulu Lais yang terjadi beberapa waktu lalu.

Warga juga mengangkat soal tradisi adat antaran hingga masalah kelangkaan pupuk, pengairan, alih fungsi lahan, percetakan sawah baru yang terdampak banjir PGE, hingga soal rastra, PKH dan pendidikan.

Kepala Desa Pungguk Pedaro, Suardi Tabrani, mengakui sebelum digelar reses itu sudah menemui Edi Tiger di Bengkulu untuk menyampaikan proposal usulan pembangunan bronjong. Proposal itu juga disampaikan ke Balai Sumatera VII, Dinas PU dan Gubernur Bengkulu.

“Ini bukan acara untuk kepentingan politik (sempit). Di sini Pak Gustiadi, selaku anggota dewan provinsi, hadir untuk menampung aspirasi dari masyarakat,” ujar Suardi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.

Sementara itu Camat Bingin Kuning, Ir Eva Gustiantina, mengucapkan terima kasih kepada DPRD Provinsi yang sudah menggelar reses di wilayah kecamatan yang ia pimpin. Eva pun berharap aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan dapat diperjuangkan.

Edi Tiger menegaskan dirinya siap menampung dan memperjuangkan aspirasi warga. Baik berupa usulan pembangunan maupun keluhan terkait persoalan sosial dan lainnya. “Tentu akan kita carikan solusinya sesuai dengan kewenangan yang ada pada saya sebagai anggota DPRD Bengkulu,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Lebong itu.

Edi Tiger menjelaskan, seperti usulan pembangunan jembatan beton yang bisa dilewati satu mobil akan ia sampaikan ke Fraksi Gerindra agar dibahas.

Demikian halnya dengan usulan bronjong, ia berharap desa membuat usulan berupa proposal. Termasuk normalisasi dampak banjir agar dihitung sebagai bukti lapangan untuk ditindak lanjuti. “Kebutuhan sawah dan pupuk yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak akan kita perjuangkan,” ujarnya.

Sementara terkait persoalan sosial, Edi menyarankan agar hal itu bisa disampaikan langsung kepada dinas terkait. “Yang urusan SMA atau SMK itu sudah jadi tanggung jawab Pemprov,” katanya.

Selain camat, reses Edi Tiger itu juga dihadiri Kapolsek Lebong Selatan Iptu L. Naibaho SH, Babinsa dan Babinkamtibnas, dan sekitar 200 warga dari 4 desa, yaitu Desa Karang Dapo Bawah, Karang Dapo Atas dan Talang Kerinci.

Tinjau Lokasi

Usai menerima aspirasi warga, Edi Tiger langsung meninjau lokasi usulan pembangunan bronjong yang sudah disampaikan. Ia meng-kros cek titik yang dianggap emergensi ketika air Sungai Ketahun meluap saat hujan deras dan meninjau daerah terendah yang cepat digenangai luapan air. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here