KABARRAFFLESIA.com – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain, meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menutup hiburan malam yang ada di daerah ini.

Teuku khawatir beroperasinya tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, griya pijat, dan tempat hiburan lainnya akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Padahal, pemerintah sudah tegas meminta agar masyarakat tidak berkerumun.

“Coba pikir, mana ada hiburan malam yang menjalankan prokes. Mana ada orang di kafe itu yang joget-joget menggunakan masker? Ini kan bahaya,” jelas Teuku, Jumat (23/4).

Tak hanya itu, Ketua DPD PAN Kota Bengkulu ini menambahkan, di momen bulan Ramadhan sekarang harusnya diisi dengan kegiatan positif. Bukan malah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan norma dan agama.

“Bulan puasa itu fokus ibadah. Hiburan-hiburan malam itu mengundang maksiat saja. Pengunjung di sana pasti minum minuman beralkohol, itu kan pasti akan berujung pada kemaksiatan,” ungkapnya.

Terkait alasan pendapatan asli daerah, sambung politisi berdarah Aceh itu, tidak bisa dibenarkan dengan bebasnya hiburan malam beroperasi. Apalagi, Kota Bengkulu sudah berkomitmen menjadi kota yang relijius.

“Berapa sih PAD dari kafe-kafe itu? Sangat kecil, bahkan bisa dibilang tidak ada, bila dibandingkan dengan mudharat yang ditimbulkan,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here