KABARRAFFLESIA.com – Komunikasi Direksi Bank Bengkulu dan Pemerintah Daerah (Pemda) kelihatannya kurang begitu baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa Pemda yang akhirnya memindahkan kas daerah ke bank lain.

Di Kota Bengkulu misalnya. Pemkot mengambil kebijakan untuk memindahkan kasda ke BSI. Sementara di Bengkulu Selatan, Diknas memindahkan kasda ke BNI Syariah.

Tak hanya memindahkan kasda, Pemkot Bengkulu bahkan berencana untuk menarik saham. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada modal inti Bank Bengkulu.

Komisaris Utama Bank Bengkulu, Prof Ridwan Nurazi, berharap Pemkot Bengkulu membatalkan penarikan modal di Bank Pembangunan Daerah tersebut.

“Ini kan Bank kita, siapa lagi yang akan membesarkan bank ini kalau bukan kita,” kata Ridwan, Selasa (13/4).

Sebagai komisaris, dirinya bertugas untuk mengevaluasi kinerja direksi. Caranya adalah dengan melakukan pengawasan dan memberikan nasehat.

“Kami bertugas sebagai pengawas dan penasehat. Dari sana, kami memberikan masukan pada direksi. Dan kami diawasi juga oleh OJK,” ungkapnya.

Rektor Universitas Bengkulu ini menilai selama ini komunikasi antara direksi dengan para pemegang saham, bupati/walikota, masih harus diperbaiki. Sehingga salah faham tidak terjadi lagi.

“Kalau komunikasi sudah baik semoga salah faham tidak terjadi,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here