KABARRAFFLESIA.com – Anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota Bengkulu (TP2KB) Harius Eko Saputra menilai Satpol PP Kota Bengkulu terkesan takut untuk menutup gerai Indomaret. Pasalnya, hingga saat ini, korps penegak perda tersebut belum juga melakukan aksi.

Dijelaskan Harius, harusnya Satpol PP segera melaksanakan perintah Walikota Bengkulu untuk menutup indomaret yang tidak memiliki izin operasional.

“Jangan sampai masyarakat menillai bahwa penutupan hanya akal-akalan indomaret, segera tutup kalau masih ada yang bandel dan harus tegas”, kata Harius.

Dosen Unived ini menambahkan sebenarnya Satpol PP tidak perlu mengeluarkan surat teguran lagi. Dalam bahasa lain, Satpol bisa langsung melakukan penyegelan dan penutupan.

“Indomaret ini kan sudah berjalan bertahun-tahun. Artinya selama ini ada pembiaran oleh pemda. Dan beberapa waktu yang lalu, Wawali tegas mengatakan akan menutup Indomaret,” jelasnya.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Rumah Kebangsaan Indonesia (RKI) lakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Bengkulu. Mereka menuntut ketegasan kepada Pemerintah kota Bengkulu untuk menutup gerai Indomaret.

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Yurizal, sendiri mengatakan belum menutup Indomaret karena baru melayangkan surat teguran kedua.

Terkait hal ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, akan memanggil Satpol PP Kota Bengkulu.

“Nanti kita panggil, kenapa belum juga nutup Indomaret yang ilegal,” singkatnya.

Ilegal, Indomaret di Kota Bengkulu Akan Ditutup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here