KABARRAFFLESIA.com – Karaoke Family Inul Vizta saat razia Satpol PP Kota Bengkulu pada bulan puasa kemaren kedapatan menjual Minuman Keras (Miras) tanpa izin. Hal tersebut sangat disayangkan Ema Wati, Kabid Pendampingan dan Perlindungan Anak UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu Ema Wati meminta karaoke Inul Vizta ditutup, karena mengingat para pengunjung karaoke tersebut juga ada dari anak-anak. Tentu ini bisa menjadikan anak-anak terpengaruh ke arah yang tidak baik.

“Sebenarnya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari UPTD hanya sebagai perlindungan kepada anak seperti dalam hal pendampingan kasus kekerasan fisik, Asusila pada perempuan dan anak. Namun di sini nantinya akan ada keterlibatan kepada pihak kita apabila ke depan terjadi hal yang tidak diinginkan kepada anak-anak tersebut,” kata Ema.

“Dari Miras ini kan bisa saja menyebabkan anak-anak tidak sadarkan diri yang dampak selanjutnya berpengaruh kepada anak-anakm embuat keributan, kegiatan asusila dan semacamnya. Apalagi anak-anak yang masih bersekolah dengan masa depan yang masihp anjang. Dengan adanya pengaruh dari miras maka keinginan berpendidikan akan kurang dan berdampak putus sekolahnya,” ungkap Ema.

Ema berharap kedepan jangan ada lagi penjualan miras tidak berizin di tempat hiburan karaoke apalagi pengunjungnya ada anak-anak. Menurutnya temuan penjualan miras di karaoke Inul Vizta ini ditindaklanjuti.

“Tidak boleh diadakan lagi penjualan Miras tersebut apabila masih ada tentu harus dicabut izinnya itu oleh pihak yang berwenang,” tegas Ema.

Diakhir penuturannya, Ema mengajak masyarakat untuk sama-sama mengurangi dan meredamkan kasus-kasus pada anak di Kota Bengkulu ini.

Karoke Inul Jual Miras Tanpa Izin

Sumber : Bencoolen Times

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here