KABARRAFFLESIA.com – Desakan warga Kelurahan Rawa Makmur Permai yang resah dengan adanya warung tuak di RT 9 RW 3 dan diduga dijadikan tempat maksiat, direspon Pemda Kota Bengkulu Selasa (18/5/2021) dengan menurunkan Asisten I Pemda Kota, Satpol PP Kota, Camat dan Lurah ke lokasi yang dikeluhkan warga.

Diluar dugaan, selain mendesak agar warung tuak itu tutup, Asisten I Pemda Kota, Bujang HR dan Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Yurizal, malah mendapati ada oknum Satpol PP Kota Bengkulu, diduga “bermain” dan kerap datang untuk meminta sesuatu di warung tuak tersebut.

Ini terungkap dari pengusaha warung tuak itu sendiri. Di depan Asisten I Pemda Kota, pengusaha warung tuak itu membeberkan ada oknum Satpol PP yang kerap datang untuk meminta sesuatu.

Bahkan pengusaha warung tuak itu menunjukkan foto oknum Satpol PP yang diduga ada main di lokasi hiburan malam yang meresahkan warga tersebut.

Pengusaha warung tuak menunjukkan foto oknum Satpol PP kepada Asisten I dan Kasat Pol PP Kota Bengkulu saat mengecek lokasi warung tuak yang meresahkan warga

“Iko na fotonyo (Ini fotonya),” ungkap pengusaha warung tuak kepada Asisten I Pemda Kota Bujang HR dan Kasat Pol PP Yurizal.

Setelah dinasehati agar segera menutup warung tuak tersebut, pengusaha warung tuak juga diberi peringatan keras apabila masih beroperasi. Sementara itu, oknum Satpol yang disebut-sebut oleh pengusaha warung tuak, didata dan dicatat untuk ditelusuri satuan tempat ia berdinas.

“Lokasi (warung tuak) tersebut sudah kita cek, dan memang si pemilik dan penyewa (warung tuak) mengakui memang ada kegiatan yang namanya minuman keras. Dan itu sudah kita sampaikan untuk ditutup,” kata dia.

“Insya Allah hari ini (Rabu, 19/5/2021) pernyataan dari mereka juga pemilik dan penyewa tidak akan memfungsikan lagi tempat yang berpotensi maksiat tersebut,” imbuh Bujang HR.

Namun demikian, lanjut Bujang HR, apabila lokasi itu difungsikan untuk jualan kuliner atau lainnya, yang tidak mengarah pada usaha minuman alkohol serta musik-musik yang mengganggu masyarakat, tetap dibolehkan berjualan.

Terkait ada oknum Satpol PP yang bermain di lokasi itu, Bujang HR menegaskan itu sedang diusut oleh lembaga Satpol PP Kota Bengkulu untuk segera ditindaklanjuti.

“Kalau itu kita serahkan ke Kasat Pol PP. Memang ada oknum tertentu yang bermain di situ. Itu tidak boleh kan, itu ilegal. Artinya tidak boleh seorang oknum memanfaatkan situasi itu, untuk kepentingan pribadi. Dan itu saya minta tegas, untuk Kasat Pol PP menindak tegas anggotanya yang bermain di situ (warung tuak),” tegas Bujang HR.

Apakah kasus ini akan diproses Inspektorat Kota Bengkulu? Asisten I menerangkan sejauh ini masalah tersebut masih akan diproses Satpol PP karena di situ ada penyidik PPNS, “Cukup mereka (penyidik PPNS) yang keluarkan rekomendasi, nanti baru diberi sanksi melalui tim,” tukas Asisten I Bujang HR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here