KABARRAFFLESIA.com – Kecewa dirasakan para Perwakilan Aliansi Mahasiswa di Provinsi Bengkulu, Jumat (7/5/2021) siang, lantaran gagal hearing menyampaikan tuntutan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mahal di Provinsi Bengkulu dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Keinginan mereka ditolak Pemprov Bengkulu.

Saat memasuki gerbang kantor Gubernur, para Perwakilan Aliansi Mahasiswa sudah dihadang Satpol PP Provinsi Bengkulu yang sedang bertugas. Surat hearing sudah dimasukkan Senin (3/5/2021) lalu, dan terima Biro Umum Sekda. Surat itu juga sudah masuk ke Asisten ll Pemprov.

Beberapa Perwakilan aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM KBM Universitas Bengkulu, DEMA IAIN Bengkulu, BEM Univeritas Muhammadiyah Bengkulu, BEM SETIA Bengkulu, Dehasen, Poltekkes, Garda, Universitas Hazairin, Tri Mandiri Sakti, Organda Ikatan Mahasiswa Bengkulu Tengah dan Organda Perhimpunan Mahasiswa Kota Bengkulu, telah menyampaikan mosi tidak percaya kepada Pemprov Bengkulu dan memberikan kartu kuning kepada Pemprov.

Perwakilan BEM KBM Universitas Bengkulu, Hengko mengatakan bahwa beberapa bulan lalu sudah melakukan hearing dan hari ini menindaklanjuti hasil tuntutan yang pernah mereka sampaikan di hearing sebelumnya.

“Hari ini kita sangat kecewa karena hearing diundur pada Senin (11/5/2021) mendatang. Kita menyatakan sikap dengan memberikan kartu kuning kepada Pemprov yang telah gagal membuat kebijakan dan tidak pro kepada rakyat,” kesal Hengko.

Beberapa poin tuntutan Mahasiswa: 

  1. Melakukan peninjauan kembali terhadap Surat Keputusan No.K.324/BPKD/2020.
  2. Menjalankan prinsip good government.
  3. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan BBM subsidi.
  4. Melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar penggunaan BBM subsidi.
  5. Segera menjadi pelopor utama dalam gerakan konservasi energi dan perwujudan pemanfaatan energi terbarukan (RBT).
  6. Mengontrol lajunya inflasi di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here