KABARRAFFLESIA.com – Perwakilan warga dari 17 desa di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, protes penutupan akses jalan masyarakat untuk berkebun. Mereka mendatangi gedung DPRD Provinsi, untuk menyampaikan aspirasi terkait penutupan akses jalan yang diduga dilakukan PT Bangun Tirta Lestari (BTL), Selasa (16/6/2020).

“Diharapkan nantinya DPRD dapat memfasilitasi, agar nantinya akses untuk pergi ke kebun bisa kembali dibuka. Mengingat bagaimanapun juga, kebun tersebut merupakan sumber perekonomian bagi keluarga kami,” ungkap salah satu perwakilan warga bernama Yanto, Selasa (16/6/2020).

Akses jalan yang dimaksudkan warga juga ditengarai berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Kedatangan perwakilan warga itu diterima Anggota Komisi III DPRD Provinsi, M. Gustiadi sekaligus legislator daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong. Warga juga sudah menyurati Komisi III DPRD.

Gustiadi menyampaikan, permasalahan ini bakal difasilitasi segera. Mengingat sudah terjadi dalam kurun waktu 20 tahun, dan sama sekali sampai dengan saat ini belum ada penyelesaian.

Permasalahan terjadi karena akses masuk ke kebun mereka yang berada di TNKS, ditutup PT BTL. Sedangkan, saat ini di area itu terdapat sekisar 140 pondok warga.

“Kita (DPRD,red) akan memfasilitasi nanti dengan melibatkan PT BTL, Balai Besar TNKS, Pemkab Lebong, dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Politisi Gerindra ini.

Saat ditanyai soal kebun berada dalam kawasan TNKS, pria yang akrab disapa Edi Tiger ini mengakatan berdasarkan sepengetahuan dia, bahwa keberadaan kebun warga itu sebenarnya jauh lebih dulu ketimbang ditetapkannya kawasan TNKS.

“Dari pertemuan nanti mudah-mudahan ada solusi terbaik bagi warga. Pasalnya hal ini menyangkut urusan perut warga,” kata dia. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here