KABARRAFFLESIA.com – Walikota Bengkulu kembali terbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 360/146/BPBD/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan penghentian kegiatan yang bersifat keramaian/kerumunan. SE tersebut memperpanjang PPKM di Kota Bengkulu.

SE ini terbit untuk meneruskan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 tahun 2021 tanggal 20 Juli 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tngkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Ada 10 poin yang diatur dalam SE ini, diantaranya :

  1. Tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian/kerumunan seperti resepsi pernikahan, akikah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, pasar malam, kegiatan seni, kegiatan budaya, kegiatan olahraga, kegiatan wisata, pelatihan/seminar/rapat.
  2. Pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja (Perkantoran Pemerintah/ Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah/ BUMN/ BUMD/ Swasta) menerapkan Work From Home (WFH) sebanyak 75 % (tujuh puluh lima persen) dan Work From Office (WFO) sebanyak 25 % (dua puluh lima persen).
  3. Kegiatan belajar dan mengajar (PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/sederajat dan Perguruan Tinggi) di wilayah Kota Bengkulu dilakukan secara daring (online).
  4. Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan,
    jam buka dibatasi sampai dengan pukul 17.00 WIB, dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 25 % (dua puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.
  5. Pelaksanaan kegiatan sektor esensial (kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat) bisa tetap beroperasi 100 % (seratus persen) dengan pengaturan jam operasional dan protokol kesehatan lebih ketat.
  6. Untuk pelaksanaan makan/minum di tempat (dine in) di restoran/rumah makan/warung makan/kafe/pedagang kaki lima/lapak jajanan, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat
    perbelanjaan/mall, dibatasi hanya 25 % (dua puluh lima persen) dan maksimal sampai pukul 17.00 WIB. Untuk layanan makanan melalui delivery/take away tetap dizinkan sampai pukul 20.00 WIB.
  7. Untuk restoran/rumah makan/warung makan yang hanya melayani pesan antar/dibawa pulang/delivery/ take away dapat beroperasi selama 24 (dua puluh empat) jam.
  8. Kegiatan Akad Nikah maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan protokol kesehatan yang ketat.
  9. Pelaksanaan kegiatan ibadah (Islam, Katolik, Hindu, Protestan, Budha / agama lainnya) sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing.
  10. Surat Edaran Walikota ini berlaku sejak tanggal 21 Juli 2021 sampai dengan 25 Juli 2021 atau sampai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here