KABARRAFFLESIA.com – Tinggal sepekan lagi, perayaan Idul Adha 1442 H akan diperingati oleh umat Islam, yang jika tidak ada pergeseran akan diperingati pada 20 Juli 2021 pekan depan. Namun perihal ini Kemenag masih belum mengeluarkan Surat Edaran resmi terkait dengan teknis pelaksanaan Salat Idul Adha dan juga pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Terkait hal ini, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mohd. Gustiadi mengingatkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu agar jangan lengah. Dimana biasanya potensi kerumunan bisa saja terjadi pada saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

“Kita mengingatkan agar gugus tugas tetap memantau jalannya pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Karena biasanya pada saat pembangian daging kurban itu, berpeluang terjadinya kerumunan,” ungkap Dewan yang akrab disapa Edi Tiger ini.

Bahkan menurut Edi, kedepan lebih baik jika pembagian hewan kurban tidak perlu memakai kupon pengambilan daging. Atau jika tetap menggunakan kupon, namun bisa benar-benar diatur jam pengambilannya sehingga tidak terjadi kerumunan.

“Sebenarnya bagusnya panita kurban sendiri yang mengantarkan langsung ke rumah-rumah. Akan tetapi kalau pakai kupon pengambilan tetap bisa, tapi mungkin dibagi jamnya saja, misalnya kelompok pertamas pengambilannya jam 11.00 WIB maka kelompok berikutnya diberi jarak, misal jam 13.00 WIB dan begitu seterusnya,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Menteri Agama RI terkait dengan pelaksanaan shalat Idul Adha 1442 H. Maka dari itu Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Zahdi Taher menyatakan belum bisa memastikan apakah pelaksanaan shalat Idul Adha diperbolehkan dilaksanakan di masjid dan lapangan terbuka atau tidak keduanya.

Sedangkan untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban sendiri Zahdi menyebutkan akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, dengan menghindari kerumuman.

“Untuk proses pemotongan hewan kurban nanti akan dilakukan secara terpisah-pisah. Begitu juga pembagian daging, tidak mengundang penerima ke lokasi kurban, tetapi akan diantarkan ke alamat masing-masing,” singkatnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here