Belum dibayarkannya insentif tenaga kesehatan yang bertugas menanggulangi pandemi COVID-19, turut menjadi perhatian DPRD Kota Bengkulu.

Ketua DPRD Kota Bengkulu Supriianto mengatakan, Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, seharusnya sudah mencairkan insentif nakes, yang tertunda sejak Januari 2021.

Suprianto mengungkapkan, DPRD dan Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp51 miliar untuk penanggulangan pandemi COVID-19, termasuk pembayaran insentif nakes yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah pada tahun ini.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memastikan, insentif bagi 368 tenaga kesehatan di Kota Bengkulu, akan segera dibayarkan untuk triwulan pertama tahun ini.

Besaran insentif perbulan yang akan diterima bervariasi, mulai dari Rp3 juta untuk dokter, Rp2 juta untuk bidan dan perawat, serta Rp1,2 juta  untuk tenaga kesehatan lainnya.

Persoalan insentif nakes yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Daerah, turut menjadi perhatian Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang ditegur Mendagri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here