Informasi loker Semarang bisa dibilang tidak ada habisnya. Pasalnya, Semarang memang menjadi pusat untuk berkembangnya industri serta perusahaan di provinsi Jawa Tengah.
Informasi loker Semarang yang mempunyai cukup banyak penggemar dan selalu ramai oleh para pelamar kerja yakni loker posisi di industri atau pabrik.

Hal ini didasari oleh banyaknya industri atau pabrik yang berdiri dan berhasil sukses di Semarang. Sehingga, loker Semarang yang tersedia juga semakin banyak.

Nah, kira-kira apa saja ya loker Semarang yang khusus bekerja di pabrik? Berikut ulasannya:

1. Operator
Operator adalah posisi untuk karyawan yang betugas untuk menjalankan atau melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi dari atasan.
Untuk posisi operator ini biasanya bisa diisi oleh lulusan dari berbagai tingkatan yang minimalnya SMA/SMK.

Seorang operator harus terbiasa untuk bertugas dan terjun ke lapangan secara langsung serta berusaha melaksanakan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya.

Operator mempunyai tanggungjawab untuk selalu menjaga kondisi area kerja supaya tetap stabil dan kondusif, jika ada masalah operator juga yang harus melakukan perbaikan serta handling mesin.

Seorang operator wajib untuk selalu memberikan laporan hasil kerja serta melaporkan masalah mesin yang mungkin terjadi kepada atasannya.

2. Leader
Jenjang karir pertama dari seorang operator di sebuah pabrik yakni menempati posisi sebagai leader.

Leader mempunyai tugas pokok untuk mengatur job atau pekerjaan di lapangan, serta mengkoordinir para operator dalam melaksanakan job yang sesuai dengan regulasi.
Selain itu, seorang leader juga harus bisa untuk membuat rekap laporan hasil kerja secara harian serta mengecek dan mendata list stock dari hasil produk yang dihasilkan.

Menjadi leader harus bisa bertanggungjawab dalam penyelesaian masalah mesin yang ada di lapangan, dan menjadi jembatan permasalahan di lapangan yang nantinya akan disampaikan kepada atasan di posisi yang lebih tinggi.

Seperti namanya, leader juga mempunyai tanggungjawab untuk membentuk skill kerja para operator agar bisa lebih profesional dalam menjalankan job di lapangan.

3. Foreman
Di atas leader masih ada posisi jabatan sebagai Foreman, yang mempunyai skill sebagai penggerak pada sebuah pekerjaan dan pengaturan job yang ruang lingkupnya lebih luas.

Menjadi seorang Foreman harus mempunyai jiwa yang lebih tegas dandan dewasa dalam mengambil sebuah keputusan ketika berusaha memecahkan masalah yang terjadi di lapangan.
Seorang Foreman juga harus bisa untuk mengendalikan arus para bawahannya dengan tetap mengatur pekerjaan agar bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan target.

4. Supervisor
Beralih ke tingkatan yang lebih tinggi selanjutnya, dari foreman lanjut ke supervisor. Supervisor sendiri adalah jabatan atau posisi yang sudah tergabung dalam jajaran struktur dan berperan sebagai kepala section divisi tertentu.

Supervisor bertugas sebagai penentu arah dan pengontrol utama dalam pelaksanaan job di lapangan yang termasuk dalam ruang lingkupnya.

Supervisor juga harus membuat jadwal aktifitas kerja dalam jangka waktu tahunan mengacu dari hasil target yang ditentukan dari divisi.
Semakin tinggi jabatannya, tentu saja tanggungjawab yang akan dipikul juga semakin besar.

Seperti supervisor yang bertanggungjawab terhadap kejadian apapun yang terjadi di section wilayah kepemimpinannya, ditambah lagi, supervisor juga harus melaporkan hasil pekerjaan di lapangan kepada kepala divisi.
Supervisor juga bertanggungjawab untuk selalu membentuk karakter eros kerja yang tinggi terhadap para bawahannya, serta memenuhi semua kebutuhan di internal section.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here