KABARRAFFLESIA.com – Bambang Hermanto resmi meletakkan jabatannya sebagai Ketua Gakeslab Provinsi Bengkulu setelah selama 10 tahun atau dua periode memimpin Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia itu.

Bambang melanjutkan karir organisasinya di Gakeslab setelah diamanahkan oleh DPP Gakeslab sebagai Koordinator Wilayah Sumatera. Sementara itu, Ardiansyah terpilih secara aklamasi guna meneruskan kepemimpinan Bambang sebagai Ketua Gakeslab Provinsi Bengkulu yang baru pada Musprov ke-VII yang digelar di Mercure Hotels Bengkulu, Minggu, 10 Oktober 2021.

“Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan rangkaian agenda Musyawarah Provinsi Gakeslab dengan baik. Bapak Ardianyah terpilih secara aklamasi berdasarkan musyawarah mufakat. Semoga ke depan Gakeslab kian sukses dan terus membangun sinergi yang baik dengan pemerintah maupun pihak-pihak lainnya,” kata Bambang.

Anggota DPRD Kota Bengkulu ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu, Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, dan Pimpinan Perusahaan BUMN yang telah hadir pada Musprov Gakeslab.

“Gakeslab siap bersinergi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Rohidin dalam kata sambutannya, mengingatkan para pengusaha yang tergabung di dalam Gakeslab, terkhusus di Provinsi Bengkulu untuk tetap berpegang teguh kepada kode etik organisasi.

Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kata Rohidin, permintaan akan alat kesehatan dan laboratorium melonjak tinggi. Sehingga rawan terjadinya pelanggaran.

“Organisasi harus mampu menjadi pengawal kode etik pelaku usaha, dalam kondisi saat ini dituntut tanggung jawab moral kita bersama, yang tidak saja pelaku usaha di bidang pelaku usaha di bidang alat kesehatan dan lab, tetapi semua pelaku usaha jangan betul menggunakan kesempatan dalam situasi sulit dan tentu nilai-nilai yang harus kita kedepankan,” kata Rohidin.

Ia berharap Gakeslab Bengkulu dapat menjadi mitra pemerintah terutama dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta dalam memenuhi kebutuhan ketersediaan alat-alat kesehatan maupun laboratorium khususnya produk-produk dalam negeri.

“Pemerintah mempunyai komitmen untuk memberdayakan serta meningkatkan kapasitas produksi alat-alat kesehatan dan lab dalam negeri, maka teman-teman pelaku usaha harus segera menyikapinya, saya pesankan kepada kadinkes untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar dapat bersinergi dengan pelaku usaha di Bengkulu,” demikian Rohidin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here