KABARRAFFLESIA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memperpanjang masa jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2).

“Sama seperti tahun lalu, jatuh tempo kita perpanjang hingga 31 Desember 2021,” demikian dijelaskan Kepala Bidang Pengelolaan PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Gita Gama.

Menurutnya, kebijakan relaksasi ini diambli akibat dari pandemi Covid 19 atau virus corona yang masih berdampak pada pendapatan masyarakat.

“Dengan diundurnya jatuh tempo ini, maka wajib pajak tidak akan dikenakan denda atau sanksi keterlambatan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pelonggaran batas waktu pembayaran PBB ini memang sudah berapa kali dilakukan, hal ini untuk memberikan kemudahan dan kepastian kepada wajib pajak dalam pembayaran PBB tersebut.

“Kita sama-sama tahu saja, sekarang ini banyak pelaku usaha yang harus gulung tikar (tutup) dan mengalami kesulitan ekonomi karena adanya pandemi Covid-19, maka ada pelonggaran pembayaran pajak bagi wajib pajak,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk sekarang ini, capaian target PBB dari yang sudah ditentukan sebesar Rp 8 miliar. Per 30 September, realisasi sudah mencapai 72 persen.

“Kita terus optimis tahun ini capai target,” imbuhnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk membayar PBB. Sebab, uang hasil dari pembayaran ini nantinya yang akan digunakan pemerintah kota untuk melakukan pembangunan.

“PBB kan memang tidak dibayarkan setiap harinya, setiap minggu bahkan setiap bulan, tetapi hanya dibayarkan 1 tahun sekali. Oleh sebab itu, kami imbau masyarakat untuk taat membayar PBB,” demikian Gita. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here