KABARRAFFLESIA.com – Pemkot Bengkulu kembali memasang alat tapping box di berbagai lokasi usaha. Secara bertahap, saat ini sudah ada 100 unit tapping box yang telah dipasang oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu.

“Pemasangan tapping box ini dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tempat-tempat usaha mulai dari hotel, restoran, cafe dan lainnya,” demikian disampaikan Plt Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Sri Putri Yani.

Menurutnya, realisasi PAD mengalami peningkatan sejak beberapa unit usaha menggunakan tapping box. Hal ini lantaran, setiap aktifitas transaksi di tempat usaha tersebut akan tercatat melalui server yang terhubung ke Bapenda Kota Bengkulu.

“Pada 2021 ini, PAD Kota Bengkulu ditargetkan sekitar Rp 147 miliar. Dengan kembalinya beroperasi alat tersebut maka penyerapan PAD bisa maksimal kembali,” ungkapnya.

Ia menambahkan alat tersebut sangat berguna untuk merekam transaksi wajib pajak dan menentukan besaran pajak yang dibayarkan wajib pajak ke pemerintah daerah.

“Jadi kalau ada alat ini semua pajaknya sudah tercatat dan termonitoring, semenjak menggunakan tapping box ini realisasi PAD meningkat jauh,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain meminta agar seluruh tapping box sudah bisa kembali berfungsi seperti dahulu. Karena diketahui realisasi PAD sampai saat ini sangat jauh dari estimasi target.

Meskipun ditengah pandemi, ia meminta agar OPD terkait seperti Bapenda bisa terus memaksimalkan realisasi PAD. Lantaran jika realisasi PAD tak maksimal maka bisa menyebabkan defisit anggaran di Pemkot Bengkulu. Oleh karena itu, pihaknya meminta penagihan terhadap wajib pajak bisa lebih di maksimalkan.

“Memang ada pengaruh dari pandemi ini, tapi perlahan kini kan sudah mulai membaik, kita berharap ini bisa dimaksimalkan,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here