KABARRAFFLESIA.com – Penarikan retribusi pembangunan gedung di Kota Bengkulu terkendala karena belum adanya peraturan daerah atau perda yang sejalan dengan Undang-Undang Cipta Kerja. Percepatan penerbitan perda retribusi PBG pun menjadi salah satu agenda utama Bapemperda DPRD Kota Bengkulu untuk dilakukan.

Anggota Bapemperda DPRD Kota Bengkulu Kusmito Gunawan dalam rapat pembahasan Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Senin (29/11) lalu mengatakan penyelarasan ketentuan turunan dari Undang-Undang (UU) 11/2020 tentang Cipta Kerja, dari tingkat tertinggi hingga ke tataran teknis menjadi penting untuk mendorong iklim usaha yang baik.

Menurut Kusmito, adanya perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) membuat pemerintah daerah tidak dapat menarik retribusi.

“Kalau tidak ada perda apakah tidak boleh melayani masyarakat? Tidak boleh. Lalu retribusinya bagaimana [dari PBG]? Ya selama belum punya perda [retribusi], maka harus Rp.0. Dan ini tentu merugikan daerah,” ujar Kusmito.

Senada dengan Kusmito, Wakil Ketua Bapemperda Imran Hanafi menjelaskan, bahwa penerbitan perda merupakan satu-satunya langkah agar pemerintah daerah dapat menarik retribusi dari pendirian bangunan, karena tidak terdapat celah hukum lain, seperti diskresi. Imran menambahkan jika perda tidak segera terbit, maka terdapat risiko berkurangnya pendapatan daerah.

“Selama ini IMB menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah [PAD], kalau tidak bisa menyerap retribusi dari situ kan jadi tidak sejalan dengan harapan UU Cipta Kerja,” kata Imran.

Sementara itu Ketua Bapemperda Solihin Adnan mengatakan implementasi dari perubahan Perda ini secara keseluruhan dari Pemerintah Pusat melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan (SIMBG) berbasis web.

“Dengan adanya perubahan ini, masyarakat yang mengajukan perijinan PBG diberi kemudahan, ada jaminan waktu yang terukur dan tarif retribusinya transparan. Dengan adanya SIMBG harapannya dapat mendukung kemudahan berusaha dan iklim investasi semakin meningkat,” pungkasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here