Bacaan Niat Mandi Wajib Haid, Nifas, Dan Jimak Beserta Artinya

389

MENURUT Madzhab Hanafi dan Syafi’i, niat mandi junub menjadi bagian dari hal – hal yang disunnahkan dalam mandi untuk menghilangkan hadats besar.

Dalil yang mensyariatkan pelaksanaan mandi wajib tertuang dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, yang artinya : “…Jika kamu junub, maka mandilah…”

Perintah untuk mandi wajib jika dalam keadaan junub juga tercantum dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 43, yang artinya :

“Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa : 43).

Keadaan wanita yang sedang haid, nifas, dan jimak disebut junub. Bagi wanita muslim yang sedang junub, tujuan melakukan mandi wajib adalah untuk menghilangkan hadats besar agar ibadah yang dilakukan dianggap sah dan bisa diterima.

Mandi wajib atau disebut juga mandi besar atau mandi junub harus disertai dengan bacaan niat. Bacaan niat mandi wajib haid, nifas, dan jimak bagi wanita ini sangat penting untuk dipahami. Sebab, tata cara mandi ketiganya berbeda dengan mandi biasa.

Seorang wanita bisa membaca niat mandi wajib haid apabila benar – benar sudah bebas dari lendir darah, bercak, dan gumpalan. Bacaan niat mandi wajib nifas juga baru bisa dibaca oleh wanita hingga masa 40 hari dan benar – benar sudah bersih dari darah. Sementara, bacaan niat mandi wajib jimak dibaca setelah orang wanita melakukan persetubuhan atau berhubungan badan.

Lantas, bagaimana bacaan niat mandi wajib setelah haid, nifas, dan jamak? Berikut bacaan niat mandi wajib haid, nifas, dan jimak beserta artinya :

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat mandi wajib haid ini dibaca sebelum memulai mandi. Berikut bacaan niat mandi wajib haid :

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

Berikut bacaan niat mandi wajib nifas :

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsin nifaasi lillahi Ta’ala.

Artinya :

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Jimak

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Minal Jinabati Fardlo Lillahi Ta’ala.

Artinya :

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah (bersetubuh), wajib karena Allah Ta’ala.”

Saat mandi wajib, apakah seorang wanita harus keramas? Istilah keramas cenderung diartikan sebagai kegiatan membersihkan rambut dengan menggunakan sampo. Sementara, mandi wajib pada dasarnya lebih mengutamakan pada basuhan air ke seluruh tubuh sebagaimana dikutip dari buku berjudul ‘125 Masalah Thaharah’ karya Muhammad Anis Sumaji.

Dalam buku tersebut, keramas tidak diwajibkan dalam pelaksanaan mandi wajib. Dengan catatan, tetap melakukan hal – hal yang diutamakan dalam mandi wajib seperti membaca niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Muhammad Anis Sumaji menuliskan bahwa mandi junub adalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Maka berarti hanya menggunakan air dan tidak perlu sampo atau cairan pembersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here