KABARRAFFLESIA.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain mengapresiasi langkah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nurani yang melaporkan dugaan penyelewengan pajak oleh Indomaret ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu.

Bahkan, politisi PAN ini meminta agar Kejari segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kejaksaan harus segera makukan langkah agar dugaan kerugian negara itu bisa diusut,” kata Teuku, Senin (2/1).

Jangan sampai, sambung Teuku, kekuasaan oligarki melebihi kekuasaan negara. Karena negara harus mengatur mereka, bukan sebaliknya.

“Kejari harus usut kemana PAD Indomaret sejak berdiri,” imbuhnya.

Selain soal pajak, Teuku menilai Indomaret juga banyak melanggar aturan. Misal terkait pagar yang melanggar GSP.

Ia pun mendukung keberanian Satpol PP Kota Bengkulu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Karena Satpol adalah penegak Perda.

“Kita acungkan 2 jempol ke Satpol kalau berani bongkar pagar Indomaret. Kami, dewan akan berada di belakang Satpol,” kata Teuku.

Sekedar informasi, LSM Nurani melaporkan dugaan penyelewengan pajak Indomaret ke Kejari Kota Bengkulu, yang terjadi sejak 2014 sampai 2020.

“Kita berharap Kejari bisa menjalankan fungsi dan tugasnya, sehingga membongkar manipulasi pajak yang sudah berjalan bertahun-tahun. Sebab dalam hal ini masyarakat yang dirugikan, sebab pajak itu untuk pembangunan Kota Bengkulu,” kata Ketua Umum LSM Nurani, Rahman Tamrin.

LSM Nurani juga telah turunkan tim untuk melakukan investigasi menemukan indikasi bocoran pajak. Menurutnya, ada di dua pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu yang melakukan dugaan penyelewangan pajak.

“Buktinya ada sama kita, Indomaret hanya menyetor Sekitar Rp270 juta per tahun di 2022 dari pendapatan sekitar Rp25,8 – Rp30 juta per bulan. Sedangkan Alfamart, pada 2022 hanya sekitar Rp155 juta per tahun dari pendapatan sekitar Rp13,9 – Rp15 juta per bulan” paparnya.

Tak Ada Kontribusi, Usir Indomaret dari Bengkulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here