KABARRAFFLESIA.com – Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Gubernur menuai kontra masyarakat Kota Bengkulu.

Sebelum ditetapkan Gubernur Rohidin, kenaikan ini pun juga mendapatkan penolakan dari Pemerintah Kota Bengkulu.

Pada 3 Oktober 2022, Walikota Helmi Hasan sempat surati gubernur. Ini bentuk balasan atas surat gubernur nomor 540/1729/B.3/2022 tertanggal 6 September 2022 perihal permintaan laporan kajian analisis atas usulan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kg.

Dalam surat balasan itu Walikota Helmi  menyampaikan pertimbangan bahwa efek kenaikan harga BBM berdampak pada inflasi yang meningkat dan menurunkan daya beli masyarakat kota Bengkulu.

Selain itu, lokasi dan kondisi geografis Kota Bengkulu belum membutuhkan tambahan biaya distribusi gas LPG 3 kg.

“Sebelumnya kami telah menyampaikan surat ke Gubernur berdasarkan pertimbangan bahwa kenaikan belum diperlukan berdasarkan hasil laporan survey OPD terkait, dalam hal ini Disperdagrin,” ujar Wakil Walikota, Dedy Wahyudi.

Dedy juga membeberkan bahwa dalam surat Gubernur nomor 540/1729/B.3/2022 tertanggal 6 September 2022 tersebut pada poin 1 menyatakan bahwa pemerintah provinsi Bengkulu bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota menetapkan kenaikan HET gas 3 kg.

“Perlu kami tegaskan dalam surat ini pemerintah kota belum pernah menyetujui dalam kenaikan HET gas LPG 3 kg, seperti apa yang disampaikan dalam surat Gubernur tersebut,” tandasnya.

Menurut Dedy, kenaikan ini terindikasi dilakukan sepihak oleh Pemprov. Dan, jika memang dilibatkan Pemkot maka dengan tegas menolak kenaikan HET tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan seluruh OPD bahwa tidak ada keterlibatan dalam proses ketetapan harga terbaru tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) kota, Bujang Hr juga memberi keterangan bahwa tahun lalu Pemprov menginstruksikan setiap daerah termasuk Kota Bengkulu untuk membuat regulasi tentang kenaikan LPG.

“Dulu memang pernah Pemprov minta kepada kita untuk membuat regulasi tentang kenaikan elpiji. Tapi kita (Pemkot Bengkulu) tidak membuat regulasi tersebut dan kita berharap harga tetap seperti harga lama, tapi kenyataan dalam hal ini sudah ada keputusan gubernur untuk menaikkan harga elpiji 3 Kg,” ungkapnya.

Meskipun kenaikan HET Gas 3 Kg telah diputuskan. Dalam hal ini, Pemkot Bengkulu berharap harga gas 3 Kg tetap seperti harga lama dan tak ada kenaikan yang begitu signifikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here