KABARRAFFLESIA.com – UDD PMI Kota Bengkulu terancam tidak beroperasi. Ini akibat tunggakan darah di rumah sakit sudah mencapai miliaran rupiah. Padahal, versi BPJS setiap klaim selalu dibayar.

Kepala UDD PMI Kota Bengkulu dr Zenit mengaku kewalahan dengan sikap manajemen rumah sakit yang terkesan mempermainkan UDD PMI. Ada indIkasi sengaja tak mau bayar.

“Bayangkan ada rumah sakit yang nunggak 1 tahun. Kami sdh berupaya untuk melakukan pendekatan. Namun tetap saja kami diacuhkan,” keluhnya.

Sementara UDD PMI harus menggaji karyawan. Belum lagi harus membeli kantong darah dan perlatan medis habis pakai.

“Kalau pihak rumah sakit tidak bayar, maka jangan salahkan jika suatu saat PMI tidak bisa memberikan darah,” kata dia. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here