KABARRAFFLESIA.com – Keputusan DPP PAN mengeluarkan rekomendasi B1KWK kepada Dedy Wahyudi sebagai Calon Walikota Bengkulu cukup beralasan. Pasalnya di seluruh lembaga survey menempatkan Dr Dedy Wahyudi pada rangking teratas.

PRC (Panji Research Consulting) telah melakukan survey dengan sampel 2.756, margin of error 1,86. Hasilnya Dedy Wahyudi meraih elektabilitas tertinggi, yakni 46,7%. Ini artinya 46,7% warga Kota akan memilih Dedy Wahyudi sebagai Walikota.

Direktur PRC, Dr Panji Suminar MA mengatakan, di bawah Dedy Wahyudi ada nama Ariyono Gumay. Namun angkanya masih berada di bawah 10%.

“Pengalaman saya elektabilitas psikologis bakal calon itu harus 10 – 15%. Itu sebagai modal untuk maju,” jelas Panji, Jumat (28/6).

Artinya, akademisi UNIB ini tambahkan, rival Dedy Wahyudi harus bekerja lebih ekstra untuk bisa melawan Dedy. Baik itu kerja secara politik maupun logistuk. Terlebih lagi, sisa waktu pemilihan hanya beberapa bulan lagi.

“Pemenangan pilkada itu banyak variabel. Dan survey adalah ukuran keterpilihan secara scientific. Saya sangat percaya survei,” imbuhnya.

Namun, Panji sampaikan, saat ini tim Dedy Wahyudi harus mengkaji apakah calon wakilnya (Ronny Tobing) bisa meningkatkan elektabilitas atau malah mengurangi keterpilihan.

“Saat ini, mereka harus menggabungkan tim dan menyusun strategi-strategi ke depan,” jelasnya.

Selain PRC, nama Dedy Wahyudi juga unggul di lembaga survey Pusdiham yang dimotori oleh salah satu partai besar. Dengan 1.000 responden yang dipilih secara acak proporsional, margin of error 3%, hasilnya Dedy terlalu tangguh bagi rivalnya. Tingkat keterpilihannya (elektabilitas) di angka 56%.

Sebuah angka fantastis di tengah banyaknya kandidat yang muncul. Hebatnya lagi, jarak antara Dedy dengan rivalnya sangat jauh. Jarak yang lebar ini yang membuat Dedy semakin sulit terkejar.

Bahkan survey MSCI pada April lalu, elektabilitas Dedy Wahyudi di angka 66%. Dengan undecided voter 10%. Artinya, 90% warga Kota Bengkulu sudah menetapkan pilihannya. Hanya 10% yang belum menentukan pilihan.

Menurut Direktur Eksekutif MSCI, Helmi Panggabean, saat ditanya kepada responden apa alasan memilih Dedy Wahyudi, ternyata mereka puas dengan program Pemkot.

“Ini selaras dengan hasil survey kami, bahwa tingkat kepuasan warga Kota kepada kinerja Helmi-Dedy mencapai angka 75%,” papar Helmi Panggabean.

Maka, dengan fakta-fakta hasil survey ini sulit bagi pesaing Dedy untuk mengejar popularitas dan elektabilitasnya.

“Mengapa demikian? Karena waktu yang sangat mepet. Dan kalau pun nekat melakukan money politic juga akan percuma.”

Berdasarkan hasil survey sikap warga Kota soal money politik, 41% menjawab uang diambil namun tetap dengan pilihannya. Dan 11% benar-benar menolak.

“Karena ini Kota ya. Beda perilaku pemilih di kabupaten atas pedesaan,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here